Pertama kali tahu hotel ini karena melihat postingan walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil, yang mengupload foto hasil karyanya yang baru saja jadi, yaitu Hotel Tijili di Seminyak Bali. Kebetulan pas sedang mencari hotel yang pas saat gue berkunjung ke Bali pada Mei lalu, hotel ini berhasil mencuri hati gue.
Terletak di pusat daerah Seminyak, hotel ini mudah dicari. Tinggal sebutkan alamatnya ke sopir taksi, maka mereka langsung mengantarkan kita tanpa harus bertanya balik abcde. Begitu sampai, eksteriornya langsung menarik perhatian. Terlihat jejeran bangku dan sofa yang sengaja diletakkan di luar.
Begitu memasuki lobinya, mata gue langsung disibukkan dengan interiornya yang lucu. Didominasi dengan warna cerah seperti kuning dan orange, serta dekorasinya yang eye catching, mampu membuat gue terpukau. Hotel ini design interiornya sangat instagram-able sekali!
Setelah isi data tamu dan penyerahan kunci, resepsionisnya memberikan cold towel dan welcome drink. Dengan sekejap segelas jus semangka langsung gue habiskan, maklum udara Bali selalu bikin haus. Berhubung barang bawaan gue yang gak terlalu banyak, gue memutuskan untuk ke kamar tanpa ditemani bellboy.
Kamar gue terletak di lantai dua, gak jauh dari lift. Begitu membuka pintu kamar, pemandangan manis langsung tersaji di depan mata. Penataan ruangannya sungguh ciamik, perabotannya semi-rustic, dan kamarnya lumayan luas. Di dalam lemari sudah tersedia sandal jepit dan . Ada pemanas air yang lengkap dengan teh seduh dan gula, tv ukuran 32", dan AC yang super dingin.
Beranjak ke kamar mandi. Pintu kamar mandinya sengaja didesain gak bisa dikunci dan terdapat kaca besar disamping shower. Jadi siapapun yang sedang mandi pasti bisa terlihat secara samar dari balik kamar. Hm... saran gue, menginap di sini lebih baik dengan orang yang sudah kita kenal dekat saja ya. Di dalam kamar mandi, terdapat shampo,shower gel, sikat gigi, pasta gigi, hai dryer, dan cotton bud. Namun sayang, shampo dan shower gelnya gak begitu enak digunakan menurut gue. Shamponya malah buat rambut terasa lebih kering.
Kalau bosan di kamar bisa turun ke restaurantnya. Namanya Krakatau Tropic Lounge. Desainnya gak kalah bagus dari area menginapnya. Siapapun yang berada di restaurant ini pasti gak akan tahan untuk segera mengeluarkan kamera andalannya. Sebab di setiap sudutnya sangat fotogenic.
Selangkah dari restaurant, ada kolam renang yang dibuka hingga pukul 11 pm. Namun tamu yang mau menggunakan kolam renang hingga malam hari ini disarankan untuk gak membuat kegaduhan.
So far hotel ini sangat nyaman dan bikin betah. Pelayanannya cukup baik meskipun gak begitu istimewa. Gue pernah menginap di hotel yang pelayanannya jauh lebih bagus dari hotel ini. Sebenarnya ada kejadian yang kurang mengenakkan dengan pihak securitynya, tapi malas gue bahas di sini. Oh iya, ruangan kamar gak soundproof. Gue bisa mendengar percakapan tetangga sebelah secara samar. Untungnya sih selama gue menginap di sana gak mendengar suara ah-yes-oh-no.
Score
Design: 9.5
Location: 9
Comfort: 8
Sleep Quality: 8
Services: 7
FOLLOW ME HERE
0 Comments
Please notice: Subscribe to my blog before you leave a comment. Any active link on comment will be automatically deleted. Thank you for reading!